Kamis, Agustus 18, 2022
Google search engine
BerandaDaerahProyek Pembangunan Gedung BI Diduga Gunakan Material Ilegal

Proyek Pembangunan Gedung BI Diduga Gunakan Material Ilegal

Karawang – Proyek pembangunan Gedung Bank Indonesia di Kawasan Peruri Desa Parung Mulya Kecamatan Ciampel Karawang diduga menggunakan material ilegal.

Pasalnya,  material  yang digunakan pihak pelaksana PP (Persero) seperti lime stone ( Batu Kapur), diambil dari galian C di daerah Citaman Pangkalan Karawang. Galian tersebut diduga tanpa ijin.

Hal itu diungkapkan Ketua Koalisi Kawal Indonesia Lestari (Kawali) Kabupaten Karawang, Erik Ramdani Kepada Wartawan Jumat siang (18/3/2022).

Menurut Erik, selama ini telah melakukan penelusuran dan pemantauan proyek pembangunan Bank Indonesia.

“Ini hasil penelusuran yang kami lakukan. Dan hasil pantauan, ternyata material seperti lime stone yang digunakan pihak pelaksana berasal dari galian C di daerah Citaman yang diduga tidak memiliki ijin,” katanya.

Erik menambahkan, merujuk dokumen AMDAL RKL RPL memang tercatat  adanya penggunaan material alam berupa lime stone. Namun,  saat sidang, Bank Indonesia selaku pemrakarsa proyek telah berkomitmen tidak akan menggunakan bahan material yang tidak berizin.

“Tapi kenyataanya, pihak pelaksana yang justru diduga mengunakan material ilegal,” tandasnya.

Terkait hal ini, Erik mengaku telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada pihak pelaksana pembangunan Gedung Bank Indonesia, yakni PP Persero.

” Suratnya sudah kita layangkan,” ucapnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, berbunyi bahwa yang dipidana adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain lain.

“Jadi  siapa saja ketika akan melakukan kegiatan sebuah project pembangunan harus menggunakan material yang berijin. Adapun sanksi bagi  yang menggunakan material galian c tanpa izin maka sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda uang sampai Rp100 miliar”, imbuhnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments