Siapa Garda Terdepan Penanganan Covid-19? Dokter atau Kamu?

1
662

Media Guna. Angka kasus Covid-19 di Indonesia setiap hari terus bertambah. Untuk mengahadapi penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru ini diperlukan upaya bersama. Bukan hanya upaya dari pemerintah yang mengambil kebijakan dan tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan medis, tapi masyarakat juga harus ikut berperan serta.

Pakar Virologi Abdul Rahman menilai garda terdepan dalam perang menghadapi pandemi virus corona baru (Covid-19) bukanlah tenaga medis, dokter, apalagi pemerintah melainkan masyarakat atau publik.

“Yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan pandemi covid-19 ini bukanlah dokter atau tenaga medis, apalagi pemerintah karena mereka merupakan garda terakhir. Namun, garda terdepan itu adalah masyarakat umum,” ujar kandidat doktor dari Georg August University of Gottingen Jerman tersebut, dalam seminar daring bertajuk “Kebijakan Penanganan Covid-19: Belajar dari Jerman dan Amerika Serikat” di Jakarta 9 April 2020 lalu.

Dia mengatakan kalau garda terdepan sudah tumbang maka terdapat garda berikutnya, yakni garda kedua dan ketiga dengan garda paling akhir adalah dokter dan tenaga medis.

“Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat umum, pertama patuhi anjuran dan imbauan pemerintah, kemudian menjaga kesehatan diri serta lingkungan, lalu mengkonsumsi makanan bergizi yang berimbang untuk meningkatkan sistem imunitas,” kata Abdul Rahman.

Sosok yang berada di garda terdepan itu adalah KAMU. Manusia sehat sebelum sakit. Mantra “lebih baik mencegah daripada mengobati” rasanya masih sangat relevan dan berlaku dalam hal ini. Bahwa menjaga pola hidup sehat, isolasi di rumah, Social Distancing, dan energi positif yang ada dalam diri kita akan menjadi metode paling tepat untuk mencegah sebaran virus ini dan menjadikan kita sehat tanpa harus bermuara ke garda terakhir perjuangan Covid-19 (baca: dokter dan tim medis).

Teruntuk Para Dokter, kalian disebut sebagai Garda Terakhir dalam kasus Covid-19. Saat orang-orang kehilangan cara dan harapan, mereka pada akhirnya akan datang menemui kalian. Tidak ada pilihan lain kecuali mendengar petuah kalianu dan merasakan sentuhan tangan tulus kalian. Tidak ada pilihan lain. Maka, bagi kami, kalian bukan saja menjadi Garda Terakhir yang membawa harapan, tapi juga sebagai “purnama” yang dinanti di ujung gulita.

Angka kasus Covid-19 di Indonesia setiap hari terus bertambah. Untuk mengahadapi penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru ini diperlukan upaya bersama. Bukan hanya upaya dari pemerintah yang mengambil kebijakan dan tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan medis, tapi masyarakat juga harus ikut berperan serta.

Terima kasih dokter-dokter Indonesia!

Terima kasih rakyat Indonesia!

Laporan Kontributor Media Guna : Mita Yuliana

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini