Sabtu, Oktober 8, 2022
Google search engine
BerandaEkonomiPercepat Laju Ekonomi RI, Luhut-Erick Lobi Jepang

Percepat Laju Ekonomi RI, Luhut-Erick Lobi Jepang

Jakarta – Pemerintah yang diwakili Menteri Koordinator  bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat ini tengah melakukan lobi dengan Pemerintah Jepang, agar mau menyuntikkan dana investasi dalam bentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana abadi pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia.

Lobi tersebut dilakukan oleh Luhut langsung kepada Penasehat Perdana Menteri Jepang Izumi Hiroto, dalam agenda pertemuannya hari ini, di Tokyo.

“Tujuan saya dan Menteri (BUMN) Erick ke Tokyo adalah untuk mengundang Jepang tingkatkan investasi melalui lembaga SWF yang akan dibentuk berdasarkan amanat UU Omnibus,” kata Luhut melalui keterangan tertulis yang diterima mediaguna.com, Jum’at (4/12/2020).

“Nusantara Investment Authority (NIA) akan memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menanamkan investasi dalam bentuk ekuitas atau aset dengan pengelolaan yang transparan dan profesional,” lanjut Luhut.

Menteri BUMN Erick Tohir yang ikut dalam kunjungan kerja bersama Luhut, menggunakan kesempatan ini untuk menawarkan proyek-proyek milik negara kepada Pemerintah Jepang.

“SWF ini kami harapkan dapat menjadi partner bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor-sektor yang atraktif dan prioritas di Indonesia, antara lain jalan tol, airport dan pelabuhan. Kita ingin aset-aset yang dimiliki BUMN dapat dioptimalisasikan nilainya,” kata Erick.

Sementara itu, Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto yang didampingi oleh Gubernur Japan Bank of International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi serta Dubes Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji menyatakan bahwa pihaknya berjanji untuk ikut partisipasi dalam SWF Indonesia.

Dalam kunjungan kerja ini, pemerintah menargetkan LPI atau NIA yang akan menjadi salah satu kerangka pemulihan ekonomi Indonesia, dimana komponen pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari permintaan domestik, melainkan juga dengan mendorong masuknya investasi, akan mulai beroperasi awal Januari 2021 mendatang dimana Pemerintah Indonesia telah siap menyuntikan modal awal Rp 75 triliun untuk pembentukan NIA ini.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments