Sabtu, Oktober 8, 2022
Google search engine
BerandaInternasionalSelandia Baru Paling Baik Tangani COVID-19, Indonesia Urutan 85, Masih Lebih Baik...

Selandia Baru Paling Baik Tangani COVID-19, Indonesia Urutan 85, Masih Lebih Baik Dari AS

Wellington – Sebuah analisis terbaru terkait penanganan pandemi Corona oleh sejumlah negara telah dirilis. Dari 98 negara, Selandia Baru duduk di peringkat pertama dalam keberhasilan penanganan Corona. Adapun Indonesia berada di urutan ke-85.

Dilansir dari ABC Australia, Jumat (29/1/2021) lembaga think thank Australia, Lowy Institute, telah mengumpulkan banyak data untuk menghasilkan informasi interaktif baru yang menilai penanganan terhadap virus Corona di hampir 100 negara.

Para peneliti melacak angka kasus COVID-19 di setiap negara, serta kematian yang terkonfirmasi dan tingkat pengujian.


Selandia Baru menempati posisi teratas, diikuti oleh Vietnam, Taiwan dan Thailand, yang masing-masing menempati peringkat kedua, ketiga dan keempat.

Australia juga tampil kuat dan menduduki peringkat kedelapan di dunia.

Sedangkan Amerika Serikat dihantam keras pandemi dan merana di dekat bagian bawah tabel, di nomor 94. Indonesia dan India tidak jauh lebih baik, masing-masing berada di nomor 85 dan 86 dari 98 negara.

Lowy Institute tidak menilai penanganan pandemi oleh China dengan alasan kurangnya data pengujian yang tersedia untuk umum.

Herve Lemahieu dari Lowy Institute mengatakan data interaktif itu menunjukkan bahwa negara-negara kecil biasanya menangani COVID-19 lebih efektif daripada negara-negara besar.

“Negara-negara dengan populasi kurang dari 10 juta orang terbukti lebih gesit, rata-rata, daripada mayoritas negara yang lebih besar dalam menangani keadaan darurat kesehatan,” katanya kepada podcast Coronacast ABC.


Beberapa negara kecil – termasuk Siprus, Rwanda, Islandia, dan Latvia – melengkapi daftar 10 negara teratas dalam penelitian tersebut.

Lemahieu mengatakan data itu juga membantah teori bahwa rezim otoriter telah mengelola krisis lebih efektif daripada demokrasi.

“Rezim otoriter, rata-rata, dimulai dengan lebih baik – mereka mampu memobilisasi sumber daya lebih cepat, dan lockdown (penguncian) datang lebih cepat,” kata Lemahieu.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments