Sabtu, Oktober 8, 2022
Google search engine
BerandaHukumKongkalikong Impor Ikan, Dirut Perum Perindo dan 1 Swasta TSK

Kongkalikong Impor Ikan, Dirut Perum Perindo dan 1 Swasta [Resmi] TSK

Jakarta– Dalam Operasi tangkap Tangan (OTT) terhadap seluruh Direksi Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan beberapa pihak swasta yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 23 September 2019 lalu, KPK menetapkan hanya Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda sebagai tersangka.

2 Direktur lainnya yaitu Direktur Keuangan Arief Goentoro dan Direktur Operasional Farida Mokodompit, untuk saat uni ditetapkan sebagai saksi oleh KPK.

Sementara tersangka lainnya dari pihak swasta, KPK menetapkan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera, Mujib Mustofa sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus kuota impor tersebut.

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Risyanto diduga menerima suap melalui perantara dari Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa. PT NAS sendiri sebenarnya telah masuk dalam daftar hitam importir ikan sejak 2009, sehingga sang direktur Mujib Mustofa mendekati Dirut Perum Perindo, Risyanto Suanda agar perusahaannya mendapatkan kuota impor ikan. 

“Saat itu disepakati bahwa MMU (Mujib Mustofa) akan mendapatkan kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo”, kata Saut di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan.

“Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storagemilik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo,” lanjut Saut.

Atas ‘jasanya’ itu, Risyanto mendapatkan USD 30 ribu dari Mujib melalui perantaranya. Tidak hanya dari PT NAS, Risyanto juga diduga kuat pernah menerima uang dari importir ikan lainnya.

Rabu (25/9/20190 dinihari sekitar pukul 00.45 WIB, dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan orange, Risyanto Suanda dan Mujib Mustofa keluar dari Gedung KPK, Jl Kuningan Persada Jakarta Selatan tanpa memberikan keterangan apapun kepada wartawan.

Menurut Juru Bicara (jubir) KPK Febri Diansyah, Risyanto akan ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur sementara Mujib dititipkan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

“Penahanan selama 20 hari pertama,” kata Febri kepada Wartawan.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Risyanto dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. 

Sementara Mujib sebagai pemberi suap, dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments